aku menulis sebuah cerita di cema. sebenarnya aku tidak ingin mengjar di sana karena jauh dan aku yakin managemen pondok akan seperti itu penuh dengan konflik dan penuh dengan drama dan organisasi semacam ini membuat aku hanyut dalam sebuah konflik yang tidak kunjung selesai. sebenarnya saya ingin sekali memberikan apa yang aku tahu selama aku bekerja di wearnes . tetapi aku terkejut karena sifat kepemimpinan dari beliau adalah sangat otoriter dan semuanya harus atas persetujuan beliau dan memang sekarang ini sungguh sangat maju secara fisik yang harus dipelajari adalah akankah ini bertahan. apalagi sifat beliau yang tidak mampu menerima argumen dan kadang sering kali menyombongkan dirinya bahwa di adalah seorang guru dan mungkin yang jadi kesulitan sekarang adalah bagaimana menyemangati anak - anak untuk belajar dengan sungguh-sungguh
sering kali aku mengamati ignya beliau dalam setiap catatan beliau sering kali dia menyatakan dia adalah orang baik dan memang diakui bahwa dia adalah orang baik dan setiap . banyak sekali anak-anak yang kurang mampu tidak hanya dari daerah dampit tetapi juga dari daerah luar jawa yang beliau tolong untuk bisa bersekolah lagi tentu ini sangat membuatku semakin bangga untuk bergabung dengan smk cema dan memang ketika aku bergabung kesitu motivasi saya tidak ekonomi dan saya hanya ingin membantu apa yang bisa dibantu.
suka jalan-jalan atau marketing ke mataram
kadang gaji sering telat
dan dalam setiap ig beliau menempatkan diri sebagai posisi yang sering dijahati, tapi dijahati oleh siapa?
0 komentar:
Posting Komentar